Musim gugur dikenal dari daunnya: oranye, merah, kuning, dan cokelat, dengan sedikit hijau yang bertahan. Warnanya hangat dan dalam. Walau tak ada musim gugur di Indonesia, gaya autumn ini sangat populer untuk fesyen, kafe, dan dekorasi. Ke-12 palet ini cocok untuk kampanye, interior, pakaian, dan undangan.
Daun berguguran
Palet musim gugur yang paling klasik.
Labu dan kayu manis
Untuk resep, kafe, dan menu musiman.
Hutan musim gugur
Perpaduan daun keemasan dan pohon pinus.
Anggur dan mustard
Dalam dan elegan untuk acara.
Apel merah
Warna panen, ceria dan hangat.
Kabut Oktober
Nuansa gugur yang abu-abu dan lembut, lebih kalem.
Maple
Merah dan oranye kuat dari daun maple.
Lumut dan karat
Alami, ideal untuk brand outdoor.
Teh chai
Cokelat lembut untuk minuman dan tekstil.
Delima
Merah buah untuk meja makan bernuansa hangat.
Labu putih
Nuansa gugur yang terang untuk dekorasi modern.
Sore yang hujan
Hijau keabu-abuan dengan sentuhan amber.
Ketuk warna untuk menyalin kode HEX-nya. Ikon pensil membuka palet di editor untuk mengubahnya.
Pilih satu warna dominan
Oranye, merah, dan mustard sekaligus bisa terasa berlebihan. Jadikan satu sebagai bintang utama, dan sisanya sebagai pendukung dalam porsi kecil.
Cokelat menyatukan palet
Cokelat tua berfungsi seperti hitam di palet lain: untuk teks dan untuk memisahkan warna-warna cerah.
Cocok di musim hujan
Di negara empat musim, musim gugur jatuh pada September–Desember (utara) atau Maret–Juni (selatan). Di Indonesia, warna hangat ini pas untuk musim hujan, menu kopi, dan koleksi akhir tahun.